> Sebenci Apapun Sama Pasanganmu, Jangan Sampai Membuka Aibnya. Karena Ancamannya Sangat Berat
Loading...

Sebenci Apapun Sama Pasanganmu, Jangan Sampai Membuka Aibnya. Karena Ancamannya Sangat Berat

Loading...

Sebenci whatever sama pasanganmu, jangan hingga membuka aibnya. karna ancamannya amat berat
Lidah benar tidak bertulang. tetapi, bahaya yang ditimbulkannya dapat lebih dahsyat dibandingkan artileri. melalui lidah, kerabat kandung dapat bertengkar, suami istri berpisah, negara – negara berperang.



bahaya lidah ini kadangkala tidak disadari. terlebih, bila lagi berkumpul bercengkerama. percakapan sana – sini tidak tidak sering jadi pintu masuk buat masuknya fitnah melalui lisan. bermacam penyakit hati pula dapat tiba melalui lisan yang tidak dilindungi.
salah satunya menyebarkan aib. tercantum, aib orang – orang yang terdapat sangat dekat dengan kita. baik itu suami ataupun istri. pada masa yang katanya serbaterbuka ini, percakapan pula jadi sangat terbuka, terlebih lagi condong vulgar.
tidak tidak sering percakapan seputar ikatan suami – istri jadi menu yang amat asik dibicarakan. tiap – tiap mengatakan curahan hati soal hubungannya dengan pendamping. tercantum soal ikatan seksual. kemudian gimana suami ataupun istri yang terencana menggambarkan ikatan intimnya kepada teman ?
terdapat larangan buat menyebarkan cerita ikatan seksual suami – istri kepada teman . dalam suatu hadis dari abu sa’id al – khudriy, ia mengatakan, rasulullah saw bersabda,
“sesungguhnya manusia yang amat kurang baik perannya di hari kiamat merupakan seseorang pria (suami) yang bercampur (bersetubuh) dengan istrinya, setelah itu membeberkan rahasia istrinya tersebut. ” (hr muslim)
sebagian ulama, serupa ibnu abbas, imam Al kurthubi, mujahid, dan juga yang lain berkomentar hadis ini berkenaan soal ikatan seksual suami – istri.
sedangkan, al – hirawy dan juga al – kalbiy berkomentar, maknanya bukan cuma soal ikatan seksual, melainkan pula dapat dikala suami istri beduaan aja sekalipun tidak bercampur.
walaupun bermakna dalam ikatan suami istri, sesungguhnya melindungi aib pendamping mencakup banyak aspek. syekh abdullah al – bassam dikala mengomentari hadis di atas menarangkan, aib yang terdapat dalam pendamping dapat berbentuk anggota tubuh suami istri.
tercantum di dalamnya, rahasia di antara keduanya yang tentu aja baik suami ataupun istri tidak suka bila rahasianya dikenal teman .
bila aib yang universal aja dilarang disebarkan, lebih – lebih lagi aib yang berkenaan dengan ikatan suami – istri yang sangat pribadi.
nabi saw melabeli suami ataupun istri yang membuka aib pendampingnya bagaikan manusia amat kurang baik di sisi allah. alasannya, mereka yang membuka aib sudah mengingkari amanah yang sepatutnya dia pegang.
hadis di atas, bagi syekh bassam, pula menampilkan hukum haram terhadap aksi membeberkan rahasia suami – istri yang sangat spesial, ialah ikatan intim yang terjalin di antara keduanya.
menutup aib pula suatu yang hendaknya dicoba. kaidah ini berlaku terhadap segala kalangan muslimin. sebaiknya tiap muslim melindungi aib muslim yang lain. rasulullah saw bersabda,
“barang siapa menutupi (aib) seseorang muslim hingga allah hendak menutupi aibnya di dunia dan juga akhirat. ” (hr muslim).
dalam riwayat lain, rasulullah saw bersabda, “tidaklah seseorang hamba menutupi (aib) seseorang hamba (yang lain) di dunia melainkan allah hendak menutupi aibnya di hari kiamat. ” (hr muslim).
bila menutupi aib sesama muslim diajarkan, tentu melindungi aib orang – orang terdekat misalnya suami ataupun istri lebih diutamakan.
seseorang istri yang salehah pula sanggup melindungi diri mereka sekalian melindungi kehormatan suami. dikala suami tidak di rumah, istri yang jadi penjaga kehormatan suaminya di rumah. istri merupakan representasi suami. begitu pula kebalikannya. allah swt berfirman,
… فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ …
“… hingga perempuan – perempuan yang shalih merupakan mereka yang taat (kepada allah) dan juga melindungi diri kala (suaminya) tidak terdapat, karna allah telah melindungi (mereka) …”
“sebab itu hingga perempuan yang saleh yakni yang taat kepada allah lagi memelihara diri kala suaminya tidak terdapat, oleh karna allah telah memelihara (mereka). ” (qs an – nisa [4]: 34)
suami merupakan baju untuk istri dan juga istri merupakan baju untuk suami. bila seseorang suami ataupun istri membuka aib pendampingnya, sama aja dia menelanjangi diri. suami istri merupakan satu kesatuan yang silih memenuhi.
kemudian gimana bila suami istri membuka ikatan suami istri dengan tujuan konsultasi ke dokter? lembaga pengkajian fikih islam dalam muktamarnya di brunei darusaalam tahun 1993 membagikan catatan soal ini.
kesatu, hukum asal dalam rumah tangga itu merupakan larangan membeberkan rahasia. menggambarkan aib tanpa terdapat keperluan yang dikira legal pula dilarang.
keperluan yang dapat dikira legal merupakan bila nyatanya menaruh rahasia malah dapat membahayakan. dalam perihal ini lembaga tersebut membolehkan seseorang suami istri melaksanakan konsultasi kepada dokter pakar.
dengan catatan konvensi berbarengan dan juga ditimbang bila tidak melaksanakan konsultasi malah hendak mendatangkan mudarat. misalnya periksakan penyakit supaya dapat memperoleh generasi.
lembaga tersebut pula menegaskan, si dokter dilindungi kode etik supaya senantiasa melindungi rahasia penderita. sampai – sampai, menggambarkan kepada dokter pakar memiliki jaminan bila aib seorang tidak hendak disebarkan buat kepentingan lain.
sumber: republika. co. id

Loading...
LihatTutupKomentar
Loading...